Selasa, 30 Juni 2009

Islam

ISLAM


Islam (Arab: al-islām, الإسلام: "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama ini termasuk agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Dengan lebih dari satu seperempat milyar orang pengikut di seluruh dunia [1][2], menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.[3] Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.
Kata Islam merupakan penyataan kata nama yang berasal dari akar triliteral s-l-m, dan didapat dari tatabahasa bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud "untuk menerima, menyerah atau tunduk." Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada Tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari politheisme.
Islam mempunyai pondasi yaitu Rukun Islam dan Rukun Iman, dimana orang yang mengaku islam harus mempunyai kedua pondasi ini. Rukun islam terdiri atas 5 yaitu:
1. Mengucapkan dua kalimat syahadat yaitu mengakui tidak ada tuhan yang wajib disembah melainkan Allah dan mengakui bahwa Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah.
2. Mengerjakan shalat lima waktu
3. Mengeluarkan zakat
4. Berpuasa dalam bulan ramadhan
5. Menunaikan haji bagi yang mampu
Rukun iman terdiri atas 6 perkara yaitu
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
4. Iman kepada Rasul-rasul Allah
5. Iman kepada hari akhir
6. Iman kepada Qodar Allah.

Imam Turmudzi, Abu Dawud dan Ibn Majah, masing-masing dalam kitab Sunan-nya meriwayatkan hadits tentang penggolongan umat Islam menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan atau firqoh, dan hanya satu golongan di antaranya yang selamat dari ancaman siksa neraka, yaitu golongan yang konsisten pada ajaran Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya (Jama’ah) atau yang kemudian disebut dengan sebutan Ahlussunnah wal Jama’ah.
Ahlussunnah wal Jama’ah, sebagaiman disebutkan dalam kitab Ahlussunnah al-`Asya’irah adalah istilah yang muncul untuk menunjukkan orang-orang yang berada pada jalan ulama salaf yang shaleh dan memegang teguh ajaran al-Quran, al-Sunnah dan al-Atsar yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad dan dari para shahabatnya. Term ini hanya untuk membedakan sekte ini dari sekte-sekte lainnya yang termasuk madzhab ahli bid’ah yang selalu mengikuti hawa nafsunya.
Kelompok yang oleh Nabi Muhammad sudah didiskripsikan dan merupakan kelompok yang selamat nanti di akhirat, pada awalnya merupakan kelompok jumhur (mayoritas) yang muncul sebagai balance dari madzhab yang telah mendahuluinya, Qadariyah, Jabariyah, Khawarij dan Syi’ah. Namun pada perkembangannya madzhab jumhur mulai terpecah-pacah. Perpecahan itu terus terjadi sehingga muncul satu madzhab yang disebut dengan Ahlussunnah wal Jama’ah, mayoritas ulama menyimpulkannya bahwa madzhab itu adalah sekte Ahlul Hadits, sekte Asya’irah dan sekte Maturidiyyah.
Jaham bin Shafwan pendiri aliran Jabariyah ini belajar dari seorang Yahudi yang masuk Islam bernama Thalud bin A’sam. Paham Jabariyah ini berpendirian bahwa Allah saja yangmenentukan, menetapkan dan memutuskan segala nasib hingga amal perbuatan manusia.
paham Jabariyah melegitimasi pendiriannya dengan berpegang kepada Ayat al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 96. ”Sesungguhnya Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”
Dalam menentang paham Jabariyah, pihak Qadariyah telah melampaui batas dengan menyangkal adanya kekuasaan Allah Swt. mencipta makhluk-Nya, kemudian makhluk itu sendiri yang menentukan segala sesuatu dalam hidupnya. Setelah mencipta, Allah tidak berkuasa lagi atas ciptaan-Nya. Mereka berpendapat bahwa makhluk itu sendiri yang mengatur dirinya melalui hukum sebab akibat. Untuk melegitimasi pendiriannya, paham Qadariyah berperang kepada al-Qur’an surat Ar-Ra’ad ayat 11. ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Nama lengkap Al-Asy’ari adalah Abu Al-Hasan Ali bin Ismail in Ishaqi bin Salim bin Ismail bin Abdillah bin Musa bin Bilal bin Abi Burdah bi Abi Musa Al-Asy’ari, beliau ditinggalkan oleh ayahnya ketika masih kecil. Ayah beliau yaitu seorang yang berfaham ahlusunnah dan ahli hadits. Sebelum ayah beliau wafat, ayak beliau berwasiat kepada Zakaria bin Yahya As-Saji agar mendidik Al-Asy’ari. Berkat didikannya, Al-Asy’ari kemudian menjadi tokoh Mutazilah, tapi kemudian ia keluar dari Mu’tazilah dan berfaham ahlusunnah Pemikiran-pemikiran Al-Asy’ari diantaranya Tuhan dan sifat-sifatnya, kebebasan dalam berkehendak, akal dan wahyu dan kriteria baik dan buruk, qodimnya Al-Qur’an, melihat Allah, keadilan dan kedudukan orang berdosa .
Al-Maturidi dilahirkan disebuah kota kecil di daerah Samarkan yang bernama Maturid. Al-Maturidi hidup pada masa khalifah Al-Mutawakil yang memerintah pada tahun 232-274 H/847-861 M. kariri pendidikan beliau lebih dikonsentrasikan untuk menekuni bidang teologi dari pada fiqih, Doktrin-doktrin teologi al-Maturidi diantaranya akal dan wahyu, perbuatan manusia, kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan, sifat Tuhan, melihat Tuhan kalam Tuhan, perbuatan manusia, pengutusan Rasul dan dosa besar.

Konsep Indonesia

Pemikiran Amien Rais, tentang kemungkinan pada masa yang akan datang negara Indonesia menjadi negara federasi muncul setelah melihat adanya ancaman disintegrasi yang terjadi akibat dari system pemerintahan negara kesatuan yang sentralistis. Selanjutnya dikatakan bahwa dialog negara federasi sebagai alternative negara kesatuan menunjukkan bahwa sesungguhnya nasionalisme suatu bangsa tidak harus terpecah hanya kerena Negara berganti wajah.
Federalisme untuk Indonesia masih relevan namun sudah “kebablasan” yaitu otonomi yang melibihi federalisme. Karena desentralisasi saat ini memberikan otonomi sampai ketingkat kabupaten/kota bukan pada provinsi. Jadi merupakan suatu hal yang kuno membicarakan federal jika ditempatkan dalam konteks saat ini di Indonesia, karena di dalam undang – undang dasar sudah dikunci tepatnya dalam pasal 37 ayat 5 yang menyatakan bahwa ”Tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”.
Indonesia ingin dijadikan Negara islam oleh sekelompok tertentu mungkin di latar belakangi dengan alasan peradaban islam lebih modern dari peradaban manapun, Peradaban dalam Islam, dapat ditelusuri dari sejarah kehidupan Rasulullah, para sahabat (Khulafaur Rasyidin),dan sejarah kekhalifahan Islam sampai kehidupan umat Islam sekarang. Islam yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad saw telah membawa bangsa arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal, dan di abaikan oleh bangsa-bangsa lain, menjadi bangsa yang maju. Bahkan kemajuan Barat pada mulanya bersumber pada peradaban islam yang masuk ke eropa melalui spanyol. Dimana pada masa dinasti abbasiyah, Harun Ar rasyid khalifah abbasiyah mendukung ilmu pengetahuan, sains dan filsafat yang semua itu berkembang dimasa dinasti abbasiyah.
Mungkin juga dilatar belakangi oleh system ekonomi, dimana system ekonomi kapitalis menggunakan Riba/ Bunga, dimana pemilik modal makin kaya, sementara yang miskin makin terjepit. System ekonomi islam tidak mengenal riba/bunga melainkan system bagi hasil, dimana mengutungkan kedua belah pihak, dalam ekonomi islam juga dikenal dengan mata uang dinar(emas) dan dirham(perak), dimana nilai tukar mata uang tersebut lebih stabil. Di masa islam, baik dizaman Rasullah Saw, umar bin khattab dan utsman bin Affan maupun zaman ddinasti umayah tidak pernah terjadi resesi ekonomi, disebabkan kebijakan keuangan islam selalu terkait sector rill perekonomian yaitu perdagangan.
Piagam Jakarta (Pj) mengalami perjalanan panjang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada tanggal 18 Agustus 1945, tujuh kata dalam Pj “ dengan kewajiban menjalankan syari’at islam bagi pemeluk-pemeluk islam” dicoret atas dasar kesepakatan tokoh islam dengan Bung Hatta. Substansi Pj diperjuangkan kembali dalam majelis konstituante dan kemudian Bung Karno mengeluarkan dekrit 5 juli 1959 yang memberlakukan kembali UUD 1945 yang mengangkat kembali Pj.
Terjadi perdebatan antar tokoh pendukung Pj dengan penentangnya tentang posisi Pj pasca dekrit 5 juli 1959.lau muncul lagi setelah partai-partai islam di dirikan Pada era reformasi. Pada SU MPR 2001 menunjukan bahwa pendukung Pj dalam MPR jauh dibawah pendukungan dalam konstituante. Karena semua tokoh parpol dan ormas islam sudah menerima pancasila, apabila kita tidak setuju berarti kita melawan banyak para tokoh parpol dan ormas islam yang lebih mengetahui akar pemasalahannya. Dengan ditolak piagam jakarta sudah jelas Negara islam juga harus ditolak .
Indonesia adalah Negara kesatuan, dilihat dari sejarah tentang Indonesia memang Indonesia berupa Negara kesatuan. Pergerakan Indonesia / organisasi pertama di belanda ,Indischevereniging di dirikan pada tahun 1908, beberapa bulan kemudian organisasi Budi utomo menyusul berdiri di tanah air, lalu diikuti pula pergerakan rakyat di tanah air seperti sarikat islam,nationale indische partij, sarikat sumatera, paguyuban pasundan, sarikat ambon, dan ikut juga berdiri pergerakan muda seperti jong sumateranen bond, jong minahasa, jong ambon. Pada akhir 1917 semulanya Indische vereniging merupakan perkumpulan untuk bertemu antar pemuda yang berasal dari hindia belanda, lalu tujuan dari indsche vereeniging berubah menjadi memajukan kepentingan bersama orang-orang hindia belanda di Nederland dan mengadakan perhubungan dengan Hindia Belanda. Selain dari memajukan kepentingan bersama ditambah pula menanamkan rasa bersatu antar pemuda-pemuda Hindia yang belajar di Nederland.
Tidak lama terjadinya masalah antara perhimpunan indonesia dengan pemerintah belanda ,terjadilah sumpah pemuda pada 28 oktober 1928.isi dari sumpah pemuda adalah bertanah air satu,berbangsa satu, dan berbahasa persatuan . sumpah pemuda hasil dari perjuang poltik yang dirintis oleh perhimpunan indonesia.setelah sumpah pemuda pergerakan daerah dan gerakan orang tua seperti budi utomo,sarikat Sumatra,sarikat ambon dan lain-lain semuanya bubar berangsur-angsur. Indonesia tetaplah Negara kesatuan karena didalam undang-undang dasar pasal 37 ayat 5 yang menyatakan bahwa ”Tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”.

Teori perkembangan JohnPiaget

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN
Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak, yaitu :
1. kematangan
2. pengalaman fisik / lingkungan
3. transmisi social
4. equilibrium
Selanjutnya Piaget mengemukakan tentang perkembangan kognitif yang dialami setiap individu secara lebih rinci, mulai bayi hingga dewasa. Teori ini disusun berdasarkan studi klinis terhadap anak-anak dari berbagai usia golongan menengah di Swiss.
Berdasarkan hasil penelitiannya, Piaget mengemukakan ada empat tahap perkembangan kognitif dari setiap individu yang berkembang secara kronologis :
1. tahap Sensori Motor : 0 – 2 tahun ;
2. tahap Pra Operasi : 2 – 7 tahun ;
3. tahap Operasi Konkrit : 7 – 11 tahun ;
4. tahap Operasi Formal : 11 keatas.
Sebaran umur pada seiap tahap ersebut adalah rata-rata (sekitar) dan mungkin pula terdapat perbedaan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya, antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Dan teori ini berdasarkan pada hasil penelitian di Negeri Swiss pada tahun 1950-an.
a. Tahap Sensori Motor (Sensory Motoric Stage)
Bagi anak yang berada pada tahap ini, pengalaman diperoleh melalui fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra)
Pada mulanya pengalaman itu bersatu dengan dirinya, ini berarti bahwa suatu objek itu ada bila ada pada penglihatannya. Perkembangan selanjutnya ia mulai berusaha untuk mencari objek yang asalnya terlihat kemudian menghiang dari pandangannya, asal perpindahanya terlihat. Akhir dari tahap ini ia mulai mencari objek yang hilang bila benda tersebut tidak terlihat perpindahannya. Objek mulai terpisah dari dirinya dan bersamaan dengan itu konsep objek dalam struktur kognitifnya pun mulai dikatakan matang. Ia mulai mampu untuk melambungkan objek fisik ke dalam symbol-simbol, misalnya mulai bisa berbicara meniru suara kendaraan, suara binatang, dll.
Kesimpulan pada tahap ini adalah : Bayi lahir dengan refleks bawaan, skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. Pada masa kanak-kanak ini, anak beum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan indranya.
b. Tahap Pra Operasi ( Pre Operational Stage)
Tahap ini adalah tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit. Istilah operasi yang digunakan oleh Piaget di sini adalah berupa tindakan-tindakan kognitif, seperti mengklasifikasikan sekelompok objek (classifying), menata letak benda-benda menurut urutan tertentu (seriation), dan membilang (counting), (mairer, 1978 :24). Pada tahap ini pemikiran anak lebih banyak berdasarkan pada pengalaman konkrit daripada pemikiran logis, sehingga jika ia melihat objek-ojek yang kelihatannya berbeda, maka ia mengatakanya berbeda pula. Pada tahap ini anak masih berada pada tahap pra operasional belum memahami konsep kekekalan (conservation), yaitu kekekalan panjang, kekekalan materi, luas, dll. Selain dari itu, cirri-ciri anak pada tahap ini belum memahami dan belum dapat memikirkan dua aspek atau lebih secara bersamaan.
Kesimpulan pada tahap ini adalah : Anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya, tetapi masih terbatas pada hal-hal yang dapat dijumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja.
c. Tahap Operasi Konkrit (Concrete Operational Stage)
Anak-anak yang berada pada tahap ini umumnya sudah berada di Sekolah Dasar, dan pada umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Kemampuan ini terwujud dalam memahami konsep kekekalan, kemampuan untuk mengklasifikasikan dan serasi, mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objek
Anak pada tahap ini sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika, tetapi hanya objek fisik yang ada saat ini (karena itu disebut tahap operasional konkrit). Namun, tanpa objek fisik di hadapan mereka, anak-anak pada tahap ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika.
Smith (1998) memberikan contoh. Anak-anak diberi tiga boneka dengan warna rambut yang berlainan (Edith, Suzan, dan Lily), tidak mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi boneka yang berambut paling gelap. Namun, ketika diberi peranyaan, “Rambut Edith lebih terang daripada rambut Lily. Rambut siapakah yang paling gelap?” , anak-anak pada tahap operasional konkret mengalami kesulitan karena mereka belum mampu berpikir hanya dengan menggunakan lambang-lambang.
Kesimpulan pada tahap ini adalah : Anak telah dapat mengetahui symbol-simbol matematis, tetapi belum dapatt menghadapi hal-hal yang abstrak (tak berwujud).
d. Tahap Operasi Formal (Formal Operation Stage)
Tahap operasi formal ini adalah tahap akhir dari perkembangan konitif secara kualitatif. Anak pada tahap ini sudah mampu melakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abtrak dan menggunakan logika. Penggunaan benda-benda konkret tidak diperlukan lagi. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan dengan objek atau peristiwanya berlangsung. Penalaran terjadi dalam struktur kognitifnya telah mampu hanya dengan menggunakan simbol-simbol, ide-ide, astraksi dan generalisasi. Ia telah memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan operasi-operasi yang menyatakan hubungan di antara hubungan-hubungan, memahami konsep promosi.
Sebagai contoh eksperimen Piaget berikut ini :
Seorang anak pada tahap ini dihadapkan pada gambar “pak Pendek” dan untaian klip (penjepit kertas) untuk mengukur tinggi “Pak Pendek” itu. Kemudian ditambahkan penjelasan dalam bentuk verbal bahwa “Pak Pendek” itu mempunyai teman “Pak Tinggi”. Lebih lanjut dikatakan bahwa apabila diukur dengan batang korek api tinggi “Pak Pendek”empat batang sedangkan tinggi “Pak Tinggi” enam batang korek api.
Berapakah tinggi “Pak Tinggi” bila diukur dengan klip? Dalam memecahkan masalah diatas, anak harus memerlukan operasi terhadap operasi.
Karakteristik dari anak pada tahap ini adalah telah memiliki kekampuan untuk melakukan penalaran hipotek-deduktif, yaitu kemampuan untuk menyusun serangkaian hipotesis dan mengujinya (child, 1977 : 127)
Kesimpulan pada tahap ini adalah :
Pada tahap operasional formal, anak-anak sudah mampu memahami bentuk argumen dan tidak dibingungkan oleh isi argument (karena itu disebut operasional formal).
Tahap ini mengartikan bahwa anak-anak telah memasuki tahap baru dalam logika orang dewasa, yaitu mampu melakukan penalaran abstrak. Sama halnya dengan penalaran abstrak sistematis, operasi-operasi formal memungkinkan berkembangnya system nilai dan ideal, serta pemahaman untuk masalah-masalah filosofis.


Cara-cara dalam mengembangkan pendidikan Tk dan SD menurut teori jean piaget
Teori psikologi perkembangan Jean Piaget selama ini telah menjadi rujukan utama kurikulum TK dan bahkan pendidikan secara umum. Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung secara tidak langsung dilarang untuk diperkenalkan pada anak-anak di bawah usia 7 tahun. Piaget beranggapan bahwa pada usia di bawah 7 tahun anak belum mencapai fase operasional konkret. Fase itu adalah fase, di mana anak-anak dianggap sudah bisa berpikir terstruktur. Sementara itu, kegiatan belajar calistung sendiri didefinisikan sebagai kegiatan yang memerlukan cara berpikir terstruktur.
Piaget khawatir otak anak-anak akan terbebani jika pelajaran calistung diajarkan pada anak-anak di bawah 7 tahun. Alih-alih ingin mencerdaskan anak, akhirnya anak-anak malah memiliki persepsi yang buruk tentang belajar dan menjadi benci dengan kegiatan belajar setelah mereka beranjak besar.
Persiapan belajar membaca mempunyai tiga unsur pokok. Yaitu minat untuk membaca, kemampuan membedakan secara visual (bentuk, warna, ukuran) dan kemampuan membedakan suara-suara. Untuk memupuk minat baca si kecil, orangtua bisa melatihnya dengan memberikan dan membacakan buku-buku cerita dengan gambar yang menarik.
Berorientasi pada Kebutuhan Anak
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional.
Belajar melalui bermain
Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.
Lingkungan yang kondusif
Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain.
Menggunakan pembelajaran terpadu
Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak.
. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup
Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri, mandiri dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri.
Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar
Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru.
Dilaksanakan secara bertahap dan berulang –ulang
Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yang berulang-ulang.

Taksonomi of education Benjamin S Bloom

Taksonomi of education Benjamin S Bloom
Suatu teori pendidikan yang tersusun berbagai domain,setiap domain itu dibagi kembali kedalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarki. Taksonomi Bloom terdiri dari 3 domain:
1. Domain kognitif : lebih berdasar kepada perilaku-perilaku yang berdasarkan pada intelektualitas.mencakup:
• Pengetahuan (knowledge)
• Pemahaman (comprehension)
• Aplikasi (application)
• Analisis (analysis)
• Sintesis (synthesis)
• Evaluasi (evaluation)
2. Domain afektif: lebih berdasar kepada perasaan dan emosi. Mencakup:
• Penerimaan(receiving)
• Tanggapan (responding)
• Penghargaan (vauling)
• Pengorganisasian(organization)
• Karakterisasi berdasarkan nilai-nilai(characterization by value or value complek)
3. Domain psikomotor: lebih berdasar kepada personal skill/kemampuan fisik seseorang
• Persepsi (perception)
• Kesiapan(set)
Teori taksonomi ini penting dikarenakan
• Menciptakan suatu perencanaan belajar yang aktif,efektif dan kreatif bagi siswa
• Untuk mengetahui perkembangan siswa dalam belajar.
• Mengevaluasikan efektivitas pembelajaran
• mengembangkan kerangka klasifikasi untuk menulis tujuan pendidikan

Dampak negative apabila pendidik/sekolah tidak menyadari teori Bloom
• Tidak akan bisa melihat keseluruhan dari siswa yang berupa kognitif,afektif, psikomotor.
• Tidak bisa mengembangkan kerangka klasifikasi untuk menulis tujuan pendidikan, dikarenakan tidak mengetahui hirarki tujuan pendidikan
• Tidak bisa merencanakan perencanaan belajar secara sempurna dikarenakan perencanaan tidak rinci.
Mastery learning(belajar tuntas)
Suatu proses belajar semua siswa sama jika diberi waktu yang cukup dan kesempatan belajar yang memadai, dimana semua siswa berbeda dalam kecepatan memahami suatu pelajaran.
Asumsi dasar Mastery learning
Asumsi dasar yaitu siswa tidak ada yang pintar maupun yang bodoh, jadi tidak pembedaan antar siswa yang pintar dengan yang bodoh. Yang membedakan bagaimana kecepatan antar siswa dalam memahami suatu pelajaran.
Hal-hal yang meningkatkan hasil pembelajaran menurut konsep Mastery learning yang harus dilakukan pendidik/sekolah
• Perhatian Guru kesetiap murid per individu secara keseluruhan
• Tidak membedakan murid yang satu dengan murid yang lain
• Memberikan jam tambahan pelajaran dikarenakan untuk memberikan waktu yang cukup untuk memahami pelajaran
• Jangan melanjutkan ke materi lain jika materi sebelum siswa memahami materi itu
• Memberikan kebebasan waktu dalam mengumpulkan tugas/mengerjakan tugas dikarenakan setiap siswa dalam memahami berbeda

Hal-hal yang jangan dilakukan oleh para pendidik/sekolah untuk meningkatkan hasil pembelajaran menurut konsep mastery learning
• Guru jangan memperhatikan satu siswa saja/ memperhatikan siswa yang cerdas tapi harus memperhatikan seluruh siswa
• Jangan mengejar materi apabila materi sebelumnya belum tuntas
• Menekan siswa untuk mengerjakan tugas/ mengumpulkan tugas tepat waktu

Jumat, 26 Juni 2009

laporan pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Masalah pendidikan, adalah merupakan masalah hidup dan kehidupan manusia. Proses pendidikan berada dan berkembang bersama proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia, bahkan keduanya pada hakikatnya adalah proses yang satu. Pengertian yang luas dari pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh lodge, yaitu bahwa: life is education, and education is life”, akan berarti bahwa seluruh proses hidup dan kehidupan manusia itu adalah proses pendidikan segala pengalaman sepanjang hidupnya merupakan dan meberikan pengaruh pendidikan baginya.
Masalah pendidikan itu terkait dengan system Kurikulum yang dianut, Kurikulum juga memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum dan teori kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan tertentu. Teori pendidikan itu macamnya banyak, akan tetapi teori pendidikan itu semua bersumber kepada para master pendidikan atau boleh dibilang para Rasul pendidikan yaitu Ralph W Tyler, Benjamin S Bloom, John Dewey, Jean piaget, Paulo Freire. Model-model teori yang dikemukakan oleh mereka.
Ralph mengemukakan tentang tahap-tahap pengembangan kurikulum dan pembelajaran yaitu Learning objective, Learning experiences, Organization of experiences, Evalutions. Benjamin S Bloom mengemukakan tentang Taxsonomi of Education yang terdiri 3 domain yaitu domain kognitif, afektif, psikomotor. Bloom juga mengemukakan tentang teori mastery learning. John Dewey menekan pada minat siswa. Jean Piaget mengemukakan tahap perkembangan kognitif yaitu tahap sensorimotor, tahap pra operasi, tahap operasi konkrit, tahap opersi formal. Paulo Freire mengemukakan tentang “Pendidikan kaum tertindas”, Bank of Education dan problem solving of education.



1.2. Maksud dan Tujuan
Tujuan penulisan laporan mengenai aplikasi teori pendidikan di dalam kegitan belajar-mengajar ini adalah:
1. Mengenal macam-macam proses pengajaran
2. Memahami teori-teori pendidikan
3. Mencari tahu “apa-apa yang dilakukan oleh seseorang guru”
4. Berinteraksi dengan lingkungan pendidikan
5. Mencari tahu respon siswa terhadap metode pengajaran oleh guru
6. Menyelesaikan tugas pedadodig

1.3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam menyusun laporan ini luas meliputi : Siswa, Guru, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, KTSP, RPP, Silabus, Buku Teks, Lks, Classroom Practices, Ekskul. Akan tetapi saya hanya membatasi ruang lingkup sebatas Siswa dan Guru.
1.4. Metode yang digunakan
Metode yang dipergunakan dalam laporan ini berupa metode Kualitatif, dimana Peneliti sebagai alat penelitian, artinya peneliti sebagai alat utama pengumpul data yaitu dengan metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara
1.5. Sumber
Sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini adalah pertanyaan dari teori pendidikan yaitu teori Ralph W Tyler, Benjamin S Bloom, John Dewey, Jean Piaget, Paulo Freire dan Guru & murid sebagai fasilitator dari Jawaban pertanyaan itu.




BAB II
INFORMASI

SEKOLAH
Nama sekolah : SMPN 1 PONDOK AREN
Alamat : Jl. Prima Barat No. 59 Komplek Pondok Kacang Prima, Pondok Kacang Timur Pondok Aren, Tangerang, Telp. 021-7318764Prima
Bayaran/SPP : RP. 70.000/bulan

GURU
Nama Guru : Ibu Siti Annisa S.E
Latar Belakang Pendidikan : IKIP Malang
Pengalaman Mengajar : Selama 24 Tahun
Jabatan : Guru kelas 9 & kepala koperasi

MURID
Nama Siswi : Baghea Nurul Mariam
Kelas : 9
SMP : SMPN 1 PONDOK AREN






BAB III
PRATEK PEMBELAJARAN BERDASARKAN
TEORI PENDIDIKAN& ANALISIS

Pertanyaan buat guru
• Apakah ibu membuat tujuan pembelajaran sebelum ibu mengajar?
Jawaban: ya, saya membuat tujuan pembelajaran berbentuk RPP&laporan tahunan tetapi saya membuatnya sekaligus.
Dari pertanyaan tersebut mengarah ke teori Ralph W Tyler dan ibu guru menerapkan pembuatan tujuan sebelum mengajar di kelas.
• Apakah tujuan pembelajaran yang ibu buat itu disesuaikan dengan kurikulum sekolah/KTSP?
Jawaban: ya, saya membuat tujuan pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum sekolah.
Pertanyaan ini juga mengarah ke teori Ralph W Tyler, ternyata sang guru menyesuaikan dengan kebijakan kurikulum yang berlaku.
• Apakah ibu mengetahui siswa yang sudah paham?
Jawaban: saya bisa mengetahui siswa paham itu dengan cara saya melemparkan pertanyaan ke siswa, siswa yang menjawab itu berarti paham.
Pertanyaan itu mengarah ke teori “taxsonomi of education” yaitu domain kognitif tentang komprehensi. Sang guru mengetahui siswa itu memahami murid itu dengan melihat siswa menjawab pertanyaannya.
• Berapakali ibu memberikan ujian buat siswa?
Jawaban: setelah bab tentang materi itu tuntas biasanya saya laksanakan ujian , tetapi sebelumnya saya memberitahukan terlebih dahulu ke siswa
• Didalam materi tentang uang, apakah ibu menggunakan media dalam proses belajar?
Jawaban: ya saya menggunakan media yaitu berupa uang, lalu saya jelaskan nilai yang terkandung dalam uang.
Pertanyaan ini mengarah ke teori Jean Piaget, dimana dalam mengajar harus menggunakan perantara yaitu media. Sang guru ini menggunakan teori Jean Piaget yaitu menggunakan media.
• Apakah ibu menggunakan model pilihan ganda& Essai didalam ujian harian?
Jawaban: ya, saya menggunakan model karena menurut saya ini efektif buat siswa, dimana didalam essai itu gambaran kemampuan siswa.
• Apakah dalam bab lembaga keuangan ibu melakukan observasi bagi siswa?
Jawaban: dikarenakan tidak memungkin membawa ke siswa kesalah satu bank oleh karena itu saya tidak melakukan observasi.
Pertanyaan ini mengarah ke teori John Dewey, dimana John Dewey menggunakan konsep beljar dilur dari buku saja( Hands of Learning), tetapi karena ada kendala dalam mengadakan observasi maka guru ini tidak menggunakan konsep John Dewey.
• Didalam materi tentang uang, ibu melakukan diskusi kelompok bagi siswa?
Jawaban: ya, saya menyuruh siswa mencari kurs mata uang asing, lalu dibuat artikel kemudian di diskusikan kelompok.
Pertanyaan ini mengarah ke teori Paulo Freire dikarenakan menggunakan diskusi didalam kelas dan murid ikut berpartisipasi dalam kegiatan belajr-mengajar.
• Apakah yang diharapkan oleh ibu dari siswa di setiap pertemuan, apa ingin siswa hanya mengetahui, memahami, mengaplikasikan?
Jawaban: ya saya mengharapkan itu semua, misalnya siswa tidak hanya mengetahui uang itu hanya bisa dibelanja saja, tetapi mengetahui didalam uang itu terdapat nilai nominal&intriksik, memahami bahwa uang itu susah dicari, dan siswa mengaplikasi dengan cara tidak boros dalam penggunaan uang.
Pertanyaan ini mengarah ke teori Benjamin S Bloom, dalam domain kognitif , sang guru mengharapkan semua yang terdapat dalam domain kognitif murid bisa raih.
• Apakah ibu hanya mentransfer ilmu, siswa mencatat dan menghafal?
Jawaban: tidak, saya mendorong siswa ikut berperan dengan cara saya melemparkan pertanyaan dan menyuruh bertanya apabila belum mengerti.
Pertanyaan ini mengarah ke teori Bank of Education, tetapi guru ini menerapkan metode dialogis dimana terdapat partipasi murid dengan guru.
• Apakah ibu mengadakan remedial bagi siswa yang nilainya kurang?
Jawaban: ya, saya akan mengadakan remedial bagi siswa yang nilainya belum mencukupi, apabila didalam remedial belum tercukupi juga saya memberikan kesempatan 3 kali remedial, dan apabila 3kali remedial juga nilainya belum terpenuhi, saya akan memberikan tugas.
Pertanyaan ini mengarah ke teori Mastery Learning, dimana apabila ada murid yang belum tuntas nilainya maka diperboleh untuk meremedial ujiannya.
• Apakah dalam mengevaluasi siswa , ibu melihat dari aspek kognitif, afektif, psikomotor?
Jawaban: kognitifnya saya ambil dari soal-soal yang saya berikan, afektifnya saya lihat dari murid itu perhatian terhadap materi yang saya sampaikan, psikomotor saya lihat pakah murid itu mengerjakan tugas saya.
Pertanyaan ini mengarah ke 3 domain taxsonomi of Education, ternyata guru mengevaluasi siswa melalui 3 domain ini yaitu domin kognitif, afektif, psikomotor.

Pertanyaan buat siswa
• Didalam bab uang, apakah guru anda membagi kelompok diskusi?
Jawaban: ya, bu annisa menjelaskan lalu membagi kelompok diskusi
Pertanyaan ini mengarah ke teori Paulo Freire, dimana menggunakan diskusi dalam belajar dikelas. Ternyata kata siswa bahwa gurunya menerapkan diskusi dalam kelas.
• Didalam bab uang juga, apakah guru anda menggunakan media?
Jawaban: ya , bu annisa menjelaskan dengan media yaitu uang kertas
Pertanyaan ini mengarah ke teori Jean Piaget, dimana dalam proses belajar-mengajar harus menggunakan media. Ternyata didalam bab uang, guru menggunakan media yaitu uang.
• Dalam bab lembaga keuangan , guru anda menyuruh/ membawa anda ke bank?
Jawaban: bu annisa tidak membawa kami ke bank dan tidak juga menyuruh kami ke bank
Pertanyaan ini mengarah ke hands of learning pembelajaran langsung/ pembelajaran diluar dari buku. Ternyata guru tidak menerapkan teori John Dewey ini.



















BAB IV
KESIMPULAN

Masalah pendidikan itu terkait dengan system Kurikulum yang dianut, Kurikulum juga memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum dan teori kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan tertentu.
Sebelum saya melakukan interview/wawancara, saya berpikiran bahwa didalam suatu proses belajar-mengajar hanya menerapkan salah satu teori pendidikan saja, tidak menerapkan semua teori pendidikan. Setelah saya melakukan interview/wawancara langsung kepada guru dan murid ternyata bahwa proses belajar-mengajar bisa menerapkan teori pendidikan secara campuran/variasi dengan cara menggabungkan teori-teori pendidikan.

Sabtu, 04 April 2009

kurikulum mencerminkan tren baru di bidang kurikulum

Tujuan dan Sasaran
Pertanyaan fokus
1. Mengapa itu penting untuk menetapkan tujuan pembelajaran bagi siswa?
2. Bagaimana tujuan dan sasaran?
3. Apa saja tiga jenis tujuan?
4. Apakah faktor yang harus dipertimbangkan apabila mengembangkan tujuan pendidikan?
5. Apa hubungan antara tujuan dan kegiatan belajar-mengajar?
6. Dalam cara apa tujuan kurikulum yang integral untuk proses evaluasi?
7. Jenis tujuan harus ditujukan oleh sekolah?

Apakah perencanaan untuk satu kelas atau banyak, pengembang kurikulum harus memiliki visi yang jelas dari apa yang mereka harapkan untuk belajar siswa. Membuat tujuan merupakan langkah penting dan diperlukan karena ada banyak hal yang diharapkan siswa dapat belajar lebih dari sekolah memiliki waktu untuk mengajar mereka. Sehingga sekolah harus menghabiskan waktu pelajaran berharga hanya pada prioritas tinggi belajar.
Beberapa orang merasa berguna untuk berpikir tentang tujuan jangka panjang sebagai tujuan yang akan dicapai pada akhirnya dan sebagai tujuan belajar siswa yang spesifik untuk mendapatkan sebagai akibat dari sekarang petunjuk.
Mereka merujuk kepada tiga jenis sasaran: instruksional, dukungan, dan manajemen. Tujuan pendidikan yang ditetapkan sebagai jenis belajar yang akan diperoleh. Mendukung tujuan sebagai layanan yang akan diberikan. Pengelolaan dan tujuan sebagai fungsi manajemen, seperti perencanaan, operasi, dan evaluasi.

Pertimbangan dalam memilih tujuan
Tujuan pendidikan harus mencerminkan tiga faktor penting. Sifat terorganisasi pengetahuan, sifat masyarakat, sifat belajar. Sumber yang jelas adalah sifat bidang studi yang diselenggarakan. Sekolah mengajar musik, dan chesmistry algebra karena bidang ini telah dikembangkan melalui abad telaten Inquiry. Setiap disiplin akademik memiliki konsep, prinsip-prinsip dan proses. tidak mungkin akan ke negiect lulus pada generasi ini tak ternilai warisan dan alat-alat ini untuk terus belajar.
Faktor lain yang mempengaruhi sekolah tujuan adalah sifat masyarakat. Misalnya, tujuan pendidikan di amerika sangat berbeda dari yang di Soviet. AS bersifat individualitas kita stres, kompetisi, kreativitas, dan kebebasan untuk memilih pejabat pemerintah. Soviet sekolah mengajarkan kesetiaan kepada negara dan subordinasi satu 's individualitas ke kesejahteraan kolektif. US sekolah telah diasumsikan secara eksplisit atau mutlak, banyak tujuan yang terkait dengan sifat masyarakat misalnya, sekolah menawarkan pendidikan narkoba, pendidikan seks, pendidikan driver. Dan program lain karena kekhawatiran tentang nilai-nilai dan perilaku remaja dan dewasa. Ketiga pertimbangan dalam memilih tujuan, kadang-kadang lebih, menuju sifat pelajar. for contoh, karena Koohlberg Lawrence (1980) menemukan bahwa anak-anak melalui serangkaian tahap perkembangan moral mereka. Ia yakin bahwa sekolah harus mengadopsi tujuan meningkatkan siswa tingkat argumentasi moral . Menyadari bahwa mahasiswa sering tidak memiliki kepentingan dalam pengetahuan untuk kepentingan sendiri atau orang dewasa dalam aplikasi itu. Beberapa pendidik percaya tujuan seharusnya tidak hanya berdasarkan apa yang kita tahu tentang siswa, tetapi harus datang dari siswa itu sendiri. sementara pengetahuan, masyarakat dan semua pelajar yang sah pertimbangan, tiga kadang-kadang konflik.

Cakupan Tanggungjawab Sekolah
Beberapa pengarang menantang sekolah yang salah mengira untuk mengasumsikan tujuan luas. Martin(1980) penegembangan intelektual dan kewarganegaraan menjadi satu-satunya tujuan dimana sekolah punya tanggung jawab utama yang di bantu oleh institusi lain.
Ada banyak telah mencoba untuk menetapkan tujuan umum sekolah dan program sekolah, Dengan hati-hati/seksama mengutip pernyataan tujuan sekolah di Amerika serikat dikembangkan oleh Goodlad (1979) dan rekan-rekan mereka dalam kaitannya dengan studi sekolah. Sengaja berasal dari analisis terhadap ratusan tujuan pernyataan diadopsi oleh sekolah kabupaten dan negara departemen pendidikan sehingga mencerminkan akurat yang sedang dinyatakan bertujuan pendidikan dari Amerika, terdiri dari daftar 65 gol dalam 12 kategori, termasuk "perkembangan intelektual" "konsep diri ", dan" moral dan etika karakter.
Yang sama menetapkan tujuan umum digunakan di Pennsylvania's Assesment Kualitas Pendidikan, termasuk pertanyaan yang dirancang untuk mengukur bertujuan seperti sukar dipahami sebagai "pemahaman lain", dan "diri," sekolah kabupaten harus memberikan tes setidaknya setiap lima tahun sekali sebagai bagian dari rencana untuk membuat sekolah bertanggung jawab untuk 12 negara tujuan mengadopsi (seiverlings, 1980)
Dalam banyak kasus sekolah kontribusi sederhana atau tidak sama sekali untuk membantu siswa menjadi orang tua penuh kasih dan oarng yang perhatian tetangga. Dalam kasus lain, ada sekolah pengalaman jadi abadi terhadap nilai-nilai, sikap dan perilaku. Kami percaya tujuan sekolah harus mencakup antara lain bertujuan sebagai "hubungan antar" dan "otonomi," seperti "pengembangan intelektual dan" keterampilan dasar "(Goodlad, 1979)
Pembentukan daerah tujuan
Praktek umum dalam perencanaan kurikulum yang diterbitkan untuk merujuk ke taxonomies (Bloom dan lain-lain, 1956; krathwohl dan lain-lain, 1964). Taxonomies dapat berguna bagi mereka asli mengklasifikasi tujuan-tujuan yang telah dirumuskan tetapi tidak menyelesaikan persoalan relevansi tertentu untuk tujuan kontemporer masyarakat atau untuk siswa sendiri. Bloom dan Krathwohl yang akan disusun taxonomies dalam hal apa yang menjadi penulis-angan lebih tinggi atau tingkat bawah, tetapi yang lebih tinggi tidak selalu menjadi penting atau bahkan penting. Yang sama juga berlaku untuk memperingatkan uncritically mengambil tujuan dari bahan-bahan dari kurikulum sekolah lainnya sistem. kenyataan bahwa scarsdale atau pendidik di beberapa kabupaten lainnya memilih tujuan tertentu tidak ada dalam diri mereka bukti yang tepat untuk pelajar.Pengembangan tujuan umum untuk sistem sekolah seharusnya menjadi suatu proses yang panjang dengan kesempatan bagi siswa, orang tua, dan lain-lain yang berpartisipasi.
Menggunakan Tujuan untuk merencanakan kegiatan belajar-mengajar
Untuk beberapa banyak, baik yang dinyatakan tujuan menyiratkan jenis kegiatan belajar-mengajar yang akan sesuai untuk mencapai mereka. J distorts faktor apa yang mungkin muncul menjadi jelas hubungan antara tujuan dan kegiatan yang setiap aktivitas instruksional memiliki beberapa tujuan tujuan pengaturan proses adalah beberapa waktu s dilihat sebagai satu-ke-satu hubungan antara berbagai tingkat tujuan dan tingkat kegiatan sekolah. Sementara rantai serupa yang terkait adalah tujuan dasar untuk kurikulum suara perencanaan, pengembang tidak boleh menganggap bahwa kesederhanaan sepenuhnya mewakili realitas sekolah. Ketika seorang guru yang terlibat dalam mengajar membaca ia juga harus sadar dan mengajar menuju tujuan-tujuan lain: kemampuan berpikir, pengetahuan manusia prestasi, hubungan dengan yang lain, konsep diri positif, dan seterusnya.

Menggunakan tujuan evaluasi dalam kurikulum
Beberapa penulis menyatakan bahwa tujuan-tujuan tertentu yang penting untuk merancang evaluasi sesuai rencana dan menulis berlaku uji item. Pekerjaan yang nasional penilaian pendidikan menunjukkan kemajuan, namun, yang bahkan mungkin tidak memerlukan evaluators tujuan yang ditulis dalam bahasa yang sangat teknis. Nasional; penilaian tujuan tidak berisi ketentuan atau kondisi standar: sebenarnya mereka diharapkan untuk memenuhi kriteria: kejelasan dan pentingnya. Para pendidik, masyarakat, dan isi yang ahli meninjau tujuan akan ditanya, "Anda memahami apa tujuan ini berarti? Penting adalah bagaimana siswa yang belajar di sekolah ini? "Tujuan-tujuan yang jelas dan sering dianggap penting walaupun mereka dinyatakan dan hanya sebentar. Bila sasaran telah diidentifikasi, penilaian nasional anggota staf atau konsultan mengembangkan latihan yang dirancang untuk menjadi definisi operasional yang ditujukan hasilnya. Ketentuan, standar kinerja dan sebagainya ditetapkan untuk latihan, bukan untuk tujuan.
Pengaturan tujuan sulit karena memerlukan assembling dan beratnya semua faktor yang harus diperhatikan dalam memilih yang relatif sedikit, namun penting tujuan yang dapat dicapai dengan keterbatasan waktu dan sumber daya yang tersedia untuk sekolah. kebutuhan dan kesempatan masyarakat, kebutuhan peserta didik, sumber daya dari beasiswa, nilai demokrasi dan kondisi yang diperlukan untuk belajar efektif harus dianggap

Minggu, 01 Februari 2009

dosa2 teman

walaupun aq didik oleh ortuku ke TPA(taman pendidikan al Qur'an),tetap waktu smp
aq melakukan hal2 yang dilarang agama??????????
drumah ada tempat menyewakan ps/rental ps,dsana sekalian buka warung,aq dan teman2 sering mencuri dg methode teman aq jajan pop ice,lalu ibu warung pergi k belakang untuk menyiapkan pop ice,lalu mata teman aq melihat ada rokok ,dg wkt semenit rokok itu udah ada dtangan teman aq,lalu rokok itu dbagi2kan hitung bagi2 dosa??
pertama hanya teman aq aj lalu kbanyakan teman aq mengikut langkah itu???

dwarungnya juga swaktu teman aq jajan,dy memanggil ibu warung tp g keluar2 lalu teman aq sorg mengambil permen banyak tanpa bayar lalu aq & teman2 lain ikut2an ngambil tanpa bayar??

drumah mbah teman aq tepatna dkamar cucuna teman2 aq dari sma,smp bahkan sd maen gaplek pake duit Rp500,pertama aq liat koq anak sd aj bsa menang maen gaplek pake Rp 500 lalu aq penasaran masa aq kalah dg anak sd? pertama sich hny niat maen cma Rp2000 Eh aq malah kalah aq tambah lg modalna??
g tauna aq kalah melulu.

drumah temandz aq yg sepi gara2 ortuna dua2na kerja aq d ajak nonton film porno lantas pasti aq mau aq nonton 3 cd doank?
stelah klimaks temand2 aq langsung k kamar mandi mau onani?
mereka bertiga onani tanpa pintu kamar mandi dtutup lalu adik angkat teman aq yg punya rumah melihat dg muka yg merasa jijik gara2 kakak angkat bawa temannya maen krumah bwat nonton film porno n melakukan onani??
untungna aq menahan n melakukan drumah???

ini kisah tongkrongan aq mabuk/minum alkohol pertama kali,pd waktu itu teman aq menemukan uang Rp 50.000 teman aq ini lbh tua dari teman2 aq, lalu dg niat syukuran
tewman aq itu mengeluarkan duit kira2 utk sebotol TM (Topi Miring), lalu teman2 aq dbawa k belakang pasar komplek aq??
kami berempat termasuk teman aq yg menemukan uangna ,lalu kami bikin shof(kaya sholat aj) lalu teman aq beli air minum gelas,air putih dhabiskan lalu gelasna dpakai bwat minum TM, meminum memutar pas giliran aq ,aq baca basmallah bknna mksd aq maen2 dg agama dulu aq kira itu smacam Temulawak??